Minggu, 18 Oktober 2020

BENTUK - BENTUK GLOBALISASI

 BENTUK-BENTUK GLOBALISASI



Globalisasi telah melanda berbagai bidang kehidupan. Globalisasi ditandai dengan persamaan dalam berbagai bidang kehidupan di semua negara di dunia. Adapun bentuk-bentuk globalisasi terjadi dalam bidang-bidang berikut!

A. Globalisasi Bidang Budaya
Globalisasi budaya adalah penyebaran gagasan, makna, dan nilai ke seluruh dunia dengan cara tertentu untuk memperluas dan mempererat hubungan sosial. Globalisasi budaya dalam hal bahasa misalnya, bahasa Inggris merupakan salah satu contoh bahasa dunia. Semua orang belajar bahasa Inggris untuk dapat berkomunikasi dengan masyarakat dunia.

Budaya global akan masuk ke negara mana saja yang mengikuti arus globalisasi. Dengan globalisasi budaya semacam ini pelan-pelan budaya lokal dapat tergeser. Namun saat ini banyak yang sudah mulai menggabungkan budaya lokal dan budaya global yang mereka sebut glokal.


B. Globalisasi Bidang Komunikasi
Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan atau informasi dari satu pihak ke pihak lain. Globalisasi dalam bidang komunikasi dapat dilihat dari kemajuan teknologi komunikasi. Awalnya masyarakat Indonesia berkomunikasi dengan cara tradisional. Kemudian mulai mengalami perkembangan dalam teknologi telepon, handphone, internet serta media sosial yang ada sekarang ini.


C. Globalisasi Bidang Ekonomi
Globalisasi ekonomi berkaitan erat dengan perdagangan bebas (free trade). Perdagangan bebas adalah sistem perdagangan yang makin luas dan menghilangkan hambatan-hambatan tidak
lancarnya perdagangan internasional. Kerja sama di bidang ekonomi antarnegara

telah menyatukan negara yang terlibat dalam organisasi internasional
Di Eropa terdapat European Free Trade Association (EFTA), dan European Community (EC). Di kalangan negara-negara pengekspor minyak terdapat Organitation of Petroleum Exporting Countries (OPEC), sedangkan negara-negara lain juga membentuk organisasi kerja sama ekonomi.

Beberapa ciri yang menandai globalisasi ekonomi adalah sebagai berikut.
  1. Beroperasinya suatu perusahaan di lebih dari satu negara. Perusahaan ini memproduksi dan menjual hasil produksinya secara internasional.
  2. Perubahan dalam mencari keuntungan yang kompetitif dan memaksimalkan laba dengan terus-menerus mencari lokasi produksi paling efisien dan murah.
  3. Memiliki kemudahan jangkauan geografis yang membuat perusahaan dengan cepat memindahkan berbagai sumber dan operasi di seluruh dunia
  4. Menguasai tiga perempat perdagangan dan sekitar sepertiga dari seluruh output perekonomian global.
  5. Adanya penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang, dan jasa.
  6. Batas suatu negara akan menjadi kabur.
  7. Keterkaitan antara ekonomi nasional dan internasional semakin erat.
  8. Membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif.
  9. Membuka peluang bagi masuknya produk global ke pasar domestik.

Globalisasi memberikan dampak besar pada bidang ekonomi di berbagai negara. Beberapa contoh globalisasi di bidang ekonomi di Indonesia adalah sebagai berikut:
  1. Kegiatan Ekspor dan Impor, ini adalah hubungan kerjasama antar negara di bidang perekonomian. Ekspor-impor dapat meningkatkan devisa suatu negara dan memenuhi kebutuhan di dalam negeri Indonesia.
  2. Munculnya Pasar Bebas, artinya setiap negara di kawasan tertentu dapat melakukan kegiatan ekonomi satu sama lain. Misalnya pasar bebas di negara-negara Asia Tenggara atau yang kita kenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
  3. Perusahaan Asing Masuk Indonesia, artinya perusahaan-perusahaan asing dapat mengoperasikan bisnisnya di Indonesia dan saling menguntungkan satu sama lain. Misalnya, restoran McDonalds, KFC, dan lain-lain.
  4. Bisnis E-Commerce Tumbuh Pesat, perkembangan teknologi informasi merupakan salah satu bentuk globalisasi. Hal tersebut kemudian membuat bisnis e-commerce di berbagai negara semakin menjamur, termasuk di Indonesia.
  5. Masuknya Produk Luar Negeri, globalisasi membuat proses impor produk luar lebih mudah. Hal tersebut mengakibatkan banyak sekali produk luar negeri masuk ke Indonesia.

D. Globalisasi Bidang IPTEK
Pada dasarnya ilmu pengetahuan merupakan teori-teori yang dirumuskan secara tetap sementara teknologi adalah praktek atau ilmu terapan dari teori yang berasal dari ilmu pengetahuan. Perkembangan iptek tidak bisa dihindarkan oleh sebagian besar lapisan masyarakat dunia.
Penggunaan teknologi komputer, faksimile, handphone, siaran televisi, serta satelit telah mempercepat aliran informasi menembus batas dunia.
Tujuan utama perkembangan globalisasi iptek adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik, mudah, murah, cepat, dan aman. Globalisasi iptek sendiri membawa pengaruh besar dalam berbagai bidang kehidupan. Beberapa pengaruh globalisasi bidang Iptek antara lain sebagai berikut :
  1. Mudahnya berkomunikasi. Berkat globalisasi, saat ini kita sangat mudah sekali untuk berkomunikasi meskipun dengan orang yang jauh jaraknya. Karena saat ini sudah banyak handphone yang canggih dan internet yang dapat mengirim pesan dengan cepat.
  2. Mudahnya mendapat informasi penting. Saat ini sudah banyak sekali televisi dan internet. Berkat keduanya, kita dapat mengetahui berbagai informasi dan kejadian penting dimanapun tempatnya dan kapanpun terjadinya.
  3. Mudahnya sarana transportasiSekarang ini jika kita ingin berpergian ke suatu tempat yang sangat jauh, kita tidak akan membutuhkan waktu yang lama untuk menempuh jarak puluhan kilometer. Itu karena saat ini telah banyak transportasi seperti pesawat, kapal laut, mobil dan motor.
  4. Banyaknya mesin-mesin canggih yang membantu kebutuhan manusiaBukan hanya tranportasi juga, tetapi sekarang ini banyak mesin-mesin atau alat yang dapat meringankan pekerjaan atau kebutuhan manusia. Contohnya, sekarang ini terciptanya robot untuk membantu manusia dalam memproduksi barang di pabrik.

E. Globalisasi Bidang Transportasi
Transportasi adalah pemindahan barang, atau manusia dari tempat satu ke tempat yang lain. Peranan transportasi sangatlah penting dalam suatu negara. Produsen, distributor ataupun konsumen membutuhkan transportasi dalam melakukan aktivitasnya. Globalisasi transportasi dapat kita contohkan di negara Jepang. Jepang alat transportasi seperti kereta api, shinkansen, subway, bus, komuter, dan taksi merupakan sarana transportasi dari penduduknya.

Beberapa faktor membuat globalisasi di bidang ini menjadi semakin berkembang, antara lain adalah sebagai berikut.
  1. Manusia menginginkan perubahan karena mereka menuntut hidup yang lebih mudah dan praktis.
  2. Perkembangan teknologi yang ditandai semakin majunya pendidikan
  3. Perkembangan di bidang telekomunikasi yang membuat perkembangan alat transportasi diberitakan dengan cepat ke seluruh penjuru dunia.
No comments

Pengertian dan Karakteristik Globalisasi

 

Pengertian dan Karakteristik Globalisasi




Siapa di antara kalian yang suka menggunakan jasa ojek online? Biasanya kalian menggunakannya untuk apa? Untuk bepergian kah, atau memesan makanan? Sadar nggak sih kalian kalau hadirnya transportasi dan penyedia-penyedia jasa lainnya secara online itu merupakan dampak dari globalisasi? Kini semua dapat dilakukan secara online, bahkan kita tidak perlu lagi membawa uang tunai kemana-mana, karena transaksi pun dapat dilakukan secara online. Lalu, tahukah kalian apa yang dimaksud dengan globalisasi itu?

  • PENGERTIAN GLOBALISASI

Oke, jadi begini, globalisasi adalah meluasnya pengaruh kebudayaan dan ilmu pengetahuan ke seluruh penjuru dunia. Globalisasi identik dengan istilah global village atau desa global, di mana batas-batas wilayah negara menjadi pudar karena kemajuan teknologi alat komunikasi dan transportasi.

Mengapa batas negara disebut pudar? Batas negara disebut pudar karena semua orang bisa mengunjungi negara mana pun dengan sangat mudah karena bantuan alat transportasi modern. Selain itu, komunikasi antarmasyarakat beda negara bisa dengan mudah dilakukan karena bantuan alat komunikasi dan jaringan internet. Batas negara disebut pudar karena sekarang kita bisa menemukan barang-barang dagang dari luar negeri dengan sangat mudah.

 

  • PROSES TERJADINYA GLOBALISASI

Globalisasi ternyata tidak terjadi secara tiba-tiba lho. Globalisasi terjadi dengan melalui banyak proses. Apa saja ya kira-kira prosesnya?

  • Globalisasi muncul karena adanya perkembangan ilmu pengetahuan.

Perkembangan ilmu pengetahuan adalah proses awal terjadinya globalisasi. Melalui pengetahuan, manusia bisa melakukan banyak perubahan.

  • Perkembangan ilmu pengetahuan adalah awal dari kemajuan teknologi informasi, teknologi komunikasi, dan teknologi transportasi.
  • Kemajuan teknologi akhirnya mendorong banyak inovasi di kehidupan sosial masyarakat.

Salah satunya adalah kemajuan teknologi yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Sekarang ini, anak-anak dapat dengan mudah mengakses konten-konten pendidikan dari smartphone yang mereka gunakan. 

Perlu diingat nih, kemajuan di bidang pendidikan yang didukung oleh teknologi, memberi dampak pada naiknya kualitas sumber daya manusia. Naiknya kualitas SDM, akhirnya menghasilkan generasi muda berprestasi, yang mampu membuat temuan-temuan serta trobosan yang berguna dan berdampak positif bagi masyarakat luas.

KARAKTERISTIK GLOBALISASI

Menurut Cohen dan Kennedy karakteristiknya adalah:

1. Meningkatnya masalah bersama, seperti penyebaran virus penyakit yang terbawa dari orang-orang migrasi, hutang luar negeri, dan pola-pola kejahatan internasional.

2. Meningkatnya interaksi kultural antar negara melalui media massa dan internet.

3. Negara-negara di dunia memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi karena pasar dan produksi ekonomi. Kegiatan perekonomian yang dilaksanakan secara global mendorong lahirnya organisasi World Trade Organization, pengawas pelaksanaan ekonomi perdagangan internasional.

4. Perubahan dalam konsep ruang dan waktu, dimana batas teritorial negara semakin memudar karena mudahnya migrasi penduduk.


27 comments

Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial

 Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial



Perubahan sosial selalu terjadi dalam masyarakat dengan seiring berjalanan waktu. Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam fungsi dan struktur masyarakat yang memengaruhi sistem sosial, nilai, sikap perilaku individu, dan kelompok.

A. Faktor Penyebab Perubahan Sosial Budaya
    1.  Faktor intern (faktor yang berasal dari dalam masyarakat)
         a.  Bertambah dan berkurangnya jumlah penduduk.
         b.  Adanya penemuan-penemuan baru.
         c.  Pertentangan (konflik) dalam masyarakat.
         d.  Terjadinya pemberontakan atau revolusi dalam masyarakat.
   2.  Faktor ekstern (faktor yang berasal dari luar masyarakat)
        a.  Pengaruh perubahan lingkungan alam di sekitas masyarakat.
        b.  Terjadinya peperangan antarnegara atau antardaerah.
        c.  Pengaruh kebudayaan masyarakat lain.
          1.  Difusi kebudayaan, merupakan penyebaran unsur kebudayaan dari suatu tempat ke tempat lain.
        2.  Akulturasi kebudayaan, yaitu proses bertemunya dua kebudayaan atau lebih di mana kebudayaan asli masih tampak.
        3.  Asimilasi kebudayaan, yaitu proses bertemunya dua kebudayaan atau lebih yang bercampur menjadi satu.

B. Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya
    1.  Faktor pendorong perubahan sosial budaya
Menurut Margono Slamet, faktor pendorong terjadinya perubahan sosial budaya masyarakat diantaranya; Ketidakpuasan terhadap situasi yang ada, karena itu menghendaki akan situasi yang lain; Adanya pengetahuan perbedaan antara apa yang ada dengan yang seharusnya bisa ada; Adanya tekanan-tekanan dari luar, seperti kompetisi dan adaptasi dengan pihak luar; Kebutuhan-kebutuhan dari dalam untuk mencapai efisiensi dan peningkatan, seperti produktivitas.
Faktor pendorong perubahan sosial budaya menurut Prof. Sarjono Soekanto, diantaranya: Adanya kontak dengan kebudayaan lain yang lebih maju; Sistem pendidikan formal yang maju; Sikap menghargai karya orang lain dan kehendak untuk maju; Toleransi terhadap perbuatan yang menyimpang (deviation); Sistem terbuka dalam lapisan masyarakat (open stratification); Masyarakat yang heterogen;Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu;Orientasi ke masa depan; Disorganisasi dalam masyarakat; Mudah menerima hal-hal yang baru; Adanya nilai-nilai bahwa manusia harus berusaha memperbaiki kehidupan tertentu.

    2.  Faktor penghambat perubahan sosial budaya
Faktor penghambat perubahan sosial budaya menurut Prof. Sorjono Soekanto, diantaranya: Kurangnya hubungan dengan masyarakat lainsehingga tidak mengetahui perubahan di luar masyarakat;Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terhambat; Sikap masyarakat yang sangat tradisional; Kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat (vested interest); Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan; Sikap tertutup dan berprasangka terhadap hal-hal yang baru atau asing; Adat-istiadat yang masih kuat;Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis yang tidak sejalan dengan ideologi negara lain atau sistem nilai budaya; Nilai-nilai bahwa hidup ini pada hakekatnya buruk dan tidak mungkin dapat diperbaiki.

C. Tipe-tipe Perilaku Masyarakat dalam Menyikapi Perubahan
   Dalam kehidupan bermasyarakat memiliki perilaku yang khas dan berbeda-beda. Pembedaan dari perilaku tersebut yaitu:
1.  Masyarakat tradisional yaitu masyarakat yang masih terikat dengan tradisi nenek moyang dan lingkungan alam sekitarnya. Di mana ciri-ciri dari masyarakat tradisional diantaranya bersifat kebersamaan (gemeinschaft), perasaan lebih dominan daripada rasio, sesuatu yang berlaku dalam masyarakat berlangsung secara turun temurun atau dengan sendirinya, kebiasaan yang dilakukannya bersifat subjektif, pengendalian sosial berlaku budaya sindiran.

2.  Masyarakat modern yaitu masyarakat yang sudah mengalami banyak perubahan-perubahan karena pengaruh kebudayaan luar, sehingga tidak begitu terikat oleh tradisi dan lingkungan alam sekitar. Di mana ciri-ciri dari masyarakat modern diantaranya hubungan sosial lebih berdasarkan atas kepentingan pribadi, hubungan masyarakat lebih terbuka (geselschaft), masyarakat terdiri beberapa golongan, berlakunya hukum tertulis serta tidak terikat pada tradisi lama, tingkat pendidikan formal lebih tinggi dan merata, sistem ekonomi diserahkan pada sistem pasar.

D. Perilaku Masyarakat sebagai Akibat Perubahan Sosial Budaya
    1.  Aksi protes dan demonstrasi; Aksi protes adalah suatu tuntunan individual atau kelompok yang dilakukan dengan lisan atau tulisan untuk memperjuangkan kepentingan objek tindakan. Sedangkan demonstrasi adalah suatu gerakan masal yang bersifat langsung dan terbuka yang dilakukan secara lisan maupun tulisan dalam memperjuangkan tindakan, kepentingan, atau tuntutan.
2.  Kenakalan remaja; Adalah perbuatan antisosial yang dilakukan oleh anak remaja. Hal ini disebabkan karena adanya kekosongan jiwa para remaja akibat kurangnya perhatian orang tua dan minimnya pembinaan keagamaan.
3.  Kriminalitas; Adalah setiap pelanggaran norma hukum yang dapat diancam sanksi pidana. Tinggi rendahnya kriminalitas diukur dari tingkat kelayakan hidup masyarakatnya. Semakin tinggi kesenjangan sosial-ekonomi masyarakatnya, maka semakin tinggi tingkat kriminalitasnya (di Indonesia). Dan semakin tinggi kesejahteraan masyarakat maka semakin rendah pula kriminalitasnya (di Singapura).
4.  Pergolakan daerah; Adalah suatu gerakan sosial vertikal dan horizontal yang dilakukan karena ketidakpuasan daerah terhadap berbagai kebijakan pusat. Dalam 10 tahun terakhir, bangsa Indonesia sangat dicekam oleh bayang-bayang disintegrasi bangsa, yang ingin memisahkan diri dengan NKRI seperti di Papua dan Ambon (Maluku) karena dominannya sentimen daerah di atas sentimen nasional.


E. Akibat Perubahan Sosial Budaya
1.  Akibat positif perubahan sosial budaya
    a.  Terwujudnya reorganisasi atau reintegrasi.
    b.  Terjadinya asimilasi.
    c.  Terjadinya proses integrasi.
    d.  Meningkatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih
    e.  Menimbulkan/membuka lapangan kerja baru.
     f.  Meningkatkan kemajuan pembangunan di segala bidang.
   g.  Revitalisasi yaitu menghidupkan kembali atau memberi kekuatan baru bagi perkembangan unsur-unsur sosial budaya yang ada.
    h.  Terjadi proses modernisasi.
2.  Akibat negatif perubahan sosial budaya
a.  Disintegrasi
Disintegrasi adalah unsur-unsur yang berbeda tidak saling menyesuaikan sehingga masyarakat mengalami ketidakteraturan dalam kehidupan sosial. Disintegrasi dibedakan dalam tiga macam, yaitu disintegrasi perorangan, disintegrasi keluarga, disintegrasi masyarakat. Disintegrasi itu akan berdampak lahirnya chaos, yaitu sebuah tatanan sosial yang telah rusak, sebuah masyarakat yang telah kehilangan idealismenya, yang mengarah kepada kehancuran dan ketidakseimbangan dalam masyarakat.
Proses disintegrasi sebagai akibat perubahan sosial dapat terjadi dalam beberapa bentuk kejadian. Dan gejala-gejala dari disintegrasi yaitu:
1.  Anomie; Perubahan sosial dapat menyebabkan suatu keadaan di mana norma-norma atau nilai-nilai lama memudar, sedangkan norma-norma atau nilai-nilai baru yang akan menggantikannya belum terbentuk.
2.  Cultural lag; Terdapat kenyataan bahwa pertumbuhan kebudayaan tidak selalu sama cepatnya secara keseluruhan. Akan tetapi, ada bagian yang tumbuh cepat, sedang, dan ada yang tumbuh lamban. Inilah yang kemudian disebut dengan ketertinggalan budaya (Cultural lag).
3.  Mestizo Culture; Yaitu suatu proses percampuran unsur kebudayaan yang satu dengan unsur kebudayaan yang lain mempunyai warna dan sifat yang berbeda. Ciri dari perubahan sosial ini ialah sifat formalitas yang hanya dapat meniru bentuknya saja, tetapi tidak mengerti arti sesungguhnya. Misalnya: tren, gaya rambut, gaya hidup, mode, audisi berbagai bidang, dan sebagainya.
b.  Menurunnya rasa kesetiakawanan sosial dan gotong royong dalam interaksi sosial.
c.  Menimbulkan masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, pengangguran, kriminalitas dan kenakalan remaja.
d.  Menimbulkan gerakan sosial untuk menolak perubahan.

No comments

Kamis, 01 Oktober 2020

BENTUK-BENTUK PERUBAHAN SOSIAL

 BENTUK-BENTUK PERUBAHAN SOSIAL



Mengenal Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial

Sebagai makhluk sosial, manusia akan terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman. Kelompok-kelompok masyarakat akan mulai bergerak mengikuti kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Baik yang tua maupun muda, semua pasti akan mulai beradaptasi dengan hal-hal baru. Contohnya saja orang tua kita yang sedikit-sedikit sudah mulai ahli menggunakan handphone dan internet. Gawai! Nah, hal itu adalah bentuk dari perubahan sosial.

Menurut definisinya, perubahan sosial adalah proses berubahnya tatanan atau struktur dalam masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya. Nah, Struktur yang dimaksud ini mencakup pola pikir, sikap, dan nilai-nilai dalam kehidupan sosial. Perubahan sosial terbagi menjadi berbagai macam bentuk, di antaranya :

A. Perubahan sosial berdasar Waktunya

1. Perubahan Sosial Lambat (Evolusi)

Perubahan evolusi membutuhkan waktu lama untuk terjadi karena harus melalui tahapan-tahapan dari sederhana menjadi maju, contohnya yang terjadi pada Suku Anak Dalam atau Suku Kubu di Jambi. Mereka dulu sangat menolak berbagai perubahan sosial yang ada. Tetapi, perlahan, mereka mulai menerima ilmu pengetahuan dengan mengizinkan banyak relawan dan peneliti untuk mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung pada anak-anak. Meski demikian, sampai hari ini mereka masih mematuhi hukum adatnya.\

1.   Perubahan Indonesia dari negara terjajah menjadi negara merdeka

2.   Peralihan penggunaan minyak tanah menjadi gas

3.   Perubahan kehidupan manusia dari berburu dan meramu menjadi kehidupan yang menetap

 

2. Perubahan Sosial Cepat (Revolusi)

Sementara itu, revolusi adalah sebutan bagi perubahan yang berlangsung dengan sangat cepat. Revolusi mengubah dasar dari kehidupan pokok di masyarakat. Salah satu contohnya yang pernah mengubah dunia adalah Revolusi Industri di Eropa, saat itu pabrik yang bekerja dengan alat tradisional digantikan dengan mesin-mesin besar. Syarat terjadinya evolusi harus ada tujuan konkret yang dapat dicapai. Artinya, tujuan itu dapat dilihat oleh masyarakat dan dilengkapi oleh suatu ideologi tertentu.

Contoh alat komunikasi, revolusi politik,

 Beberapa bentuk perubahan sosial yang saat ini terjadi, diantarnya, pertama, pembatasan mobilitas dengan diam di rumah. Guna mencegah penyebaran, masyarakat dibatasi mobilitasnya dan harus diam di rumah. Kantor dan sekolah diselenggarakan dari jarak jauh, dari rumah, dengan adaptasi kerja, belajar, dan bahkan ibadah secara online.

Kedua, menjaga jarak sosial atau jarak fisik, dimana masyarakat harus mengurangi pertemuan dalam jumlah banyak dan juga selalu menjaga jarak kurang lebih 1-2 meter untuk mencegah penularan virus.

Ketiga, peduli kesehatan. Mau tidak mau, masyarakat menjadi lebih peduli dengan berbagai informasi terkait kesehatan. Yang biasanya suka lupa cuci tangan, sekarang hampir setiap saat cuci tangan. Masyarakat Indonesia yang relatif tidak terbiasa dengan masker ketika keluar rumah, sekarang sebisa mungkin menggunakan masker.

Ini berbeda dengan masyarakat di China dan Singapura, yang sejak wabah SARS awal 2000-an, sudah terbiasa memakai masker. Belum lagi membiasakan mandi dan mengganti baju setelah dari luar rumah. Perubahan ini sungguh sulit dilakukan jika tidak terbiasa.

Keempat, adaptasi teknologi. Pandemi ini menyebabkan perubahan sosial yang positif, yaitu cepatnya adopsi teknologi untuk bekerja, sekolah, ibadah, dan interaksi sosial lainnya. Adopsi internet berlangsung cepat sekali, bahkan sampai ke warga desa dan orangtua, untuk menunjang kegiatan belajar dan bekerja di rumah. Umat Khatolik dalam masa Paskah kemarin telah menunjukkan adopsi teknologi yang luar biasa, dengan mengikuti misa online, bahkan langsung dari Vatikan.

Contoh lain revolusi perubahan sosial yang mempengaruhi  perubahan tingkah laku masyarakat adalah terkait tradisi pernikahan. Pernikahan adalah salah satu ritus budaya penting masyarakat sejak lahir dan mati. Pernikahan dirayakan dengan keramaian dan mengundang masyarakat luas. Karena pandemi ini, masyarakat yang nekat menyelenggarakan acara perkawinan dengan terbuka, malah menuai kecaman dan dapat dibubarkan.

Acara perkawinan sekarang mengalami revolusi, dengan hanya dengan keluarga inti dan bahkan online.

Selain itu, prosesi penguburan jenazah. Budaya di Indonesia, untuk menghormati yang meninggal dunia, dengan proses penguburan jenazahnya. Yang hadir bukan hanya keluarga inti saja, namun semua kenalan. Pandemi ini memberikan preseden baru, ketika seorang Guru Besar di UGM prosesi pemakamannya disiarkan lelalui YouTube, agar masyarakat bertakziah online.

Terdapat juga perubahan sosial terkait mudik di Hari Raya. Mayoritas masyarakat Indonesia melakukan mudik untuk merayakan Idul Fitri. Sebagian mudik ketika musim liburan Natal dan Tahun Baru. Sementara Masyarakat Madura memilih mudik ketika Idul Adha.

Mudik berarti keluarga berkumpul, untuk menyambung tali silaturahmi. Namun tahun ini tampaknya silaturahmi online akan menggantikan silaturahmi fisik. Justru yang nekat mudik, akan menuai kecaman.

Dampak dari perubahan sosial tersebut tentu beragam. Misalnya saja, perubahan sosial menyebabkan solidaritas meningkat. Masyarakat mulai menggalang dana untuk bantuan kepada yang terkena dampak Covid-19.

Dunia bisnis, mulai mengepakkan strategi dengan melakukan penjualan online. Masyarakat pun mengurangi perilaku belanja ke toko, sehingga penjualan online meningkat. Yang terberat adalah ancaman krisis ekonomi di depan mata. Jika pandemi ini tidak diatasi dengan baik, yang ditakutkan adalah munculnya kemiskinan dan kriminalitas.

Perubahan sosial akibat Covid-19 yang sangat cepat dan tidak direncanakan ini akan menimbulkan tantangan tersendiri bagi masyarakat ataupun pemerintah dalam penanganannya. Bagi masyarakat, masyarakat harus bisa menjaga ketahanan mental dan hati hingga pandemi ini berakhir. Tapi sampai kapan?  Kejenuhan di rumah bisa menimbulkan dampak buruk dan bisa mempengaruhi lingkungan terdekat.

Maka mengisi aktivitas berguna, selalu berpikiran positif dan memperdalam kegiatan rohani perlu dilakukan. Belum lagi, beratnya masyarakat yang tidak bisa mendapatkan penghasilan selama pandemi ini. Contohnya saja, ojeg pangkalan/ojeg online.

Semenjak ada pembatasan sosial, otomatis mereka tidak ada pekerjaan dan penghasilan. Bagaimana kelangsungan hidup mereka? Meskipun  pemerintah sudah mengeluarkan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Namun apakah tepat sasaran dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut?

Bagi pemerintah, tantangannya adalah harus bisa membuat kebijakan yang tepat dan bersinergi dengan berbagai stakeholder. Karena saat ini, terlihat kebijakan yang dibuat masih terkesan sendiri-sendiri dan lambat.

Padahal korban jiwa semakin meningkat. Lalu apa yang harus kita lakukan, pemerintah tidak bisa sendiri. Maka colective action perlu digerakkan.

Masyarakat atau komunitas bisa memulai dari hal-hal kecil. Seperti yang dilakukan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia dan Himpunan Mahasiswa Manajemen  Universitas Pamulang (HMM Unpam) yang telah menggelar dapur kemanusiaan Covid-19 yang bertujuan membantu masyarakat dan mahasiswa perantauan.  Jika makin banyak komunitas yang melakukan aksi kolektif, tentu Indonesia akan mampu melewati krisis ini.


B. Perubahan sosial berdasar sudut pandang masyarakat

1. Perubahan yang Dikehendaki/direncanakan

Perubahan yang dikehendaki/direncanakan adalah perubahan-perubahan yang dilakukan atas dasar perencanaan matang dari pihak yang menginginkan perubahan. Contoh dari perubahan yang dikehendaki adalah diputuskannya kebijakan desentralisasi yang menggantikan keputusan sentralisasi. Misalnya, untuk mengurangi angka kematian anak-anak akibat polio, pemerintah mengadakan gerakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) atau untuk mengurangi pertumbuhan jumlah penduduk pemerintah mengadakan program keluarga berencana (KB).

Contoh:

  1. Peralihan pengguanaan dari telepon kabel menuju penggunaan telepon genggam atau handphone sebagai bentuk efektifitas dalam berkomunikasi jarak jauh.
  2. Pembentukan program KB atau keluarga berencana untuk menekan jumlah ledakan penduduk sekaligus mengatur jumlah kelahiran.
  3. Hadirnya aplikasi Go-Jek untuk mempermudah masyarakat dalam menggunakan transportasi umum maupun mempermudah masyarakat dalam berbagai urusan.
  4. Penggunaan rokok elektronik atau vape sebagai alat pengganti rokok kovensional dan sebagai sarana bagi orang-orang yang ingin berhenti merokok.
  5. Penggunaan e-library diberbagai universitas untuk memudahkan para mahasiswa mengakses referensi yang dibutuhkan tanpa harus mengunjungi perpustakaan secara langsung.
  6. Pengalihan penggunaan media cetak ke penggunaan jejaring sosial dan media online sebagai sarana berbagi informasi kepada masyarakat yang memiliki tingkat efisiensi yang tinggi.
  7. Perencanaan pemindahan ibu kota yang akan dipindahkan ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan harapan adanya pemerataan pembangunan di negara Indonesia.
  8. Adanya penghapusan sistem Ujian Nasional terhadao penidikan tingkat SD hingga SMA dengan harapan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.
  9. Penggunaan energi alternatif dalam kegiatan sehari-hari untuk menekan pencemaran lingkungan, seperti contoh peralihan penggunaan mesin berbahan bakar minyak menjadi mesin bertenaga listik.
  10. Penggunaan media online dalam menjalankan kegiatan ekonomi untuk mempermudah masyarakat untuk melakukan transaksi jual-beli.
  11. Hadirnya fasilitas cardless atau transaksi tanpa kartu yang disediakan oleh beberapa bank swasta untuk mempermudah nasabah menarik maupun menyetor uang melalui atm tanpa harus menggunakan kartu atm.
  12. Adanya pelarangan penggunaan kantong plastik diberbagai toko swalayan dan usaha kecil untuk menekan tingkat sampah plastik serta mengedukasi masyarakat terkait sampah plastik yang sulit terurai dan menggantinya dengan tas belanja yang dapat digunakan berulang kali.
  13. Hadirnya teknologi dompet digital yang mempermdah masyarakat dalam transaksi tanpa harus khawatir ketika tidak membawa dompet saat melakukan transaksi.
  14. Pemberian imunisasi campak terhadap anak untuk menekan tingkat kematian anak akibat penyakit campak.
  15. Pembangunan infrastruktur secara merata seperti pembangunan jalan tol disejumlah wilayah, pembangunan bandara dan lain sebagainya untuk mendukung laju pertumbuhan baik dalam sektor ekonomi, pengelolaan sumber daya, pemberdayaan masyarakat sekitar dan kesejahteraan masyarakat.
  16. Munculnya program beasiswa Bidik Misi yang memberikan kesempatan bagi anak yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi sekaligus mendukung  program perencanaan pemerintah untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia.
  17. Hadirnya program BPJS Kesehatan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan sekaligus membantu program pemerintah dalam perencanaan menuju masyarakat yang sehat.
  18. Penerapan undang-undang anti korupsi untuk mengatasi dan menanggulangi perbuatan maupun tindakan korupsi di masyarakat maupun di dalam lingkar pemerintahan.
  19. Adanya peraturan mengenai sertifikasi bagi calon muda-mudi yang ingin melangsungkan pernikahan guna menekan angka perseraian di Indonesia.
  20. Pemasangan cctv di setiap traffic light maupun di tempat yang telah ditentukan untuk mengawasi berbagai macam pelanggaran lalulintas yang dilakukan oleh masyarakat sekaligus memberikan efek kepada masyarakat akan pentingnya tertib berlalulintas.

2. Perubahan yang Tidak Dikehendaki

Sementara itu, perubahan yang tidak dikehendaki adalah perubahan sosial yang ada di luar jangkauan masyarakat. Perubahan tidak terencana sering membawa masalah dan kekacauan pada masyarakat. Contoh dari perubahan sosial tidak dikehendaki adalah relokasi seluruh masyarakat Suku Anak Dalam di Jambi dan Riau, karena kebakaran hutan Sumatra yang diakibatkan oleh penggundulan hutan dan pembakaran hutan dilakukan secara sengaja. 

Misalnya, kasus banjir bandang di Sinjai, Kalimantan Barat. Timbulnya banjir dikarenakan pembukaan lahan yang kurang memerhatikan kelestarian lingkungan. Sebagai akibatnya, banyak perkampungan dan permukiman masyarakat terendam air yang mengharuskan para warganya mencari permukiman baru.

 Contoh:

- Munculnya tunawisma karena dampak bencana alam;

- Masyarakat semakin konsumtif dengan adanya internet;

- Meningkatnya kriminalitas di kota karena urbanisasi;

- Kurangnya komunikasi langsung antar individu karena adanya handphone.

C. Perubahan Sosial Berdasar Pengaruhnya

1. Perubahan Sosial Kecil

Perubahan yang tidak menyangkut seluruh unsur masyarakat dan tidak mengubah lembaga sosial yang ada di lingkungan sosial. Perubahan sosial kecil tidak memberi dampak yang besar bagi kehidupan sosial, salah satu contohnya adalah perubahan mode pakaian. perubahan terkait fashion, model pakaian, model rambut, dan lain sebagainya.

2. Perubahan Sosial Besar

Perubahan yang menyangkut masyarakat secara luas dan membawa pengaruh yang berarti bagi kehidupan sosial. Contoh perubahan sosial besar adalah pergeseran dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. berubahnya masyarakat agraris menjadi masyarakat industri yang turut mengubah sistem kepemilikan tanah, pola hubungan kerja, kekeluargaan, stratifikasi masyarakat

 D. Perubahan Sosial Beradasar Arah Perkembangannya

1. Perubahan Sosial Progress 

Suatu perubahan sosial yang menuju ke arah kemajuan, sehingga memberikan keuntungan bagi kehidupan masyarakat. Contohnya yaitu meningkatnya pembangunan listrik hingga ke pelosok desa, semakin canggih dan berkembangnya teknologi, dan lain-lain.

2. Perubahan Sosial Regress

Suatu perubahan sosial yang menuju ke arah kemunduran, sehingga dapat merugikan kehidupan masyarakat. Contohnya yaitu adanya terorisme atau pengeboman massal yang menimbulkan kematian/korban jiwa dan rusaknya sarana infrastruktur masyarakat, penyalahgunaan obat-obat terlarang atau narkotika, dan lain-lain.

1. Adanya perang dan juga bencana alam dapat membawa dampak hancurnya sarana dan infrastruktur yang telah dibangun, timbulnya korban sehigga masyarakat mengalami kerugian moril dan juga materiil;

2. Bagi masyarakat pedesaan dengan mata pencaharian petani atau buruh tani, ketika traktor mulai digunakan di desa, dianggap sebagai kemunduran. Alasannya walaupun dengan traktor kerja petani semakin praktis, namun di lain sisi hal ini dapat menghilangkan kebudayaan gotong-royong yang lekat dengan masyarakat desa.

Banyak bentuk-bentuk perubahan sosial yang harus kalian pahami, teman-teman. Hal itu pastinya bisa berdampak pada kemajuan atau kemunduran. 


13 comments